Rancangan Instalasi Pemecah Angin Tepi Pantai di Desa Kema 3 Minahasa Utara
Kata Kunci:
perancangan, instalasi, pemecah angin, tepi pantai, Desa Kema 3, Minahasa UtaraAbstrak
Kawasan pesisir Desa Kema 3, Minahasa Utara, khususnya pada tapak rekreasi Batu Nona Resort, memiliki potensi pemandangan waterfront yang kuat namun menghadapi ancaman iklim berupa terpaan angin Selatan kencang yang terjadi secara periodik pada bulan September hingga Desember. Kecepatan angin ekstrem ini berpotensi merusak fasilitas umum, gazebo, dan struktur atap bangunan, serta mengganggu aktivitas rekreasi dan operasional masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan instalasi pemecah angin (windbreaker) yang responsif terhadap kondisi lingkungan pesisir tanpa menghalangi potensi visual ke arah laut. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak secara partisipatif, pemetaan pola angin dan elevasi topografi, perancangan struktur pemecah angin porogami berbasis material baja ter-weathering (corten steel) dan panel tembus cahaya berporos, serta edukasi konstruksi ramah bencana kepada pengelola dan warga lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan instalasi pemecah angin modular yang terintegrasi dengan area duduk mampu mereduksi kecepatan angin secara signifikan pada zona rekreasi dan villa, sekaligus meningkatkan keamanan serta estetika struktur bangunan tepi pantai. Melalui pendampingan ini, masyarakat dan pengelola kawasan memiliki pemahaman teknis dalam mitigasi risiko bencana angin kencang secara mandiri dan berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ayesha Aramita Lumalundung Malonda, Santoni, Karry E. H. Umboh, Jonathan F. Ijong (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.