Perancangan Akuarium Bahari dengan Pendekatan Arsitektur Metafora di Kecamatan Bunaken
Kata Kunci:
akuarium bahari, arsitektur metafora, Bunaken, konservasi laut, desain edukatifAbstrak
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan bahari yang sangat melimpah, khususnya di wilayah pesisir seperti Kecamatan Bunaken, Sulawesi Utara. Kawasan ini dikenal secara global karena keanekaragaman hayati lautnya dan telah menjadi destinasi wisata bahari unggulan. Melihat potensi tersebut, dibutuhkan suatu fasilitas yang tidak hanya bersifat rekreatif tetapi juga edukatif, guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi laut. Perancangan akuarium bahari ini bertujuan untuk menghadirkan ruang publik yang menggabungkan fungsi edukasi, konservasi, dan wisata. Pendekatan yang digunakan adalah arsitektur metafora, yaitu pendekatan desain yang menginterpretasikan elemen atau karakteristik laut ke dalam bentuk dan ruang arsitektural secara simbolis dan konseptual. Dengan pendekatan ini, rancangan diharapkan mampu membentuk pengalaman ruang yang komunikatif dan membangkitkan imajinasi, sekaligus mempresentasikan karakter lokal kawasan Bunaken. Hasil perancangan diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi dan pelestarian, tetapi juga menjadi ikon arsitektur bahari yang kontekstual dan inspiratif.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Alberto Pontoh, Hendrik S. Suriandjo, Karry E. H. Umboh (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.